3 Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik dalm Hikayat. Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, latae
CeritaHikayat Indera Bangsawan merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah khususnya kelas X (sepuluh) SMA. Materi yang diajarkan kepada siswa berupa upaya melestarikan Nilai Kearifan Lokal melalui cerita rakyat salah satunya melalui Hikayat.
Berikuturaian analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. 1. Tema Hikayat Indera Bangsawan Tema hikayat indera bangsawan adalah usaha kerja keras dan perjuangan dua putra raja dalam membuktikan kepantasannya meneruskan takhta raja. 2. Tokoh Hikayat Indera Bangsawan
Unsurintrinsik Hikayat Patani untuk tokoh terdiri dari Paya Tu Naqpa, Syaikh Sa'id, Hulubalang, dan Encik Tani beserta istrinya. Penokohoan dari tokoh-tokoh dalam unsur intrinsik Hikayata Patani antara lain meliputi penjelasan berikut. Paya Tu Naqpa: suka berburu, ingkar janji, hanya patuh saat terdesak, raja yang baik
Hikayatmulai berkembang pada masa Melayu klasik, sehingga banyak kata yang digunakan dalam hikayat mengandung bahasa Melayu klasik yang terkadang susah untuk dimengerti. Contents hide. 1 Ciri-Ciri Hikayat. 2 Unsur-Unsur Hikayat. 3 Jenis-Jenis Hikayat. 3.1 Jenis Hikayat berdasarkan Isinya.
Ceritahikayat dimulai dengan kata-kata sebermula, arkian, syahdan, alkisah, hatta, atau tersebutlah. Kata-kata seperti itu sudah tidak digunakan saat ini, kecuali kata tersebutlah. Cerita hikayat juga didukung unsur intrinsik dan ekstrinsik. 1. Unsur Intrinsik Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
flJXh. Unsur Intrinsik Cerita Hikayat Indera Bangsawan. Hikayat indera bangsawan ditulis olehdahlanforum di/pada juni 9, 2009 tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama indera. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan Hikayat Indera Bangsawan dan Ulasan Lengkapnya 2021 PosKata from susunan kalimat, pilihan kata dan ekspresi bahasa. Tema pada” hikayat indera bangsangwan” adalah kehebatana saudara kembar syah peri dan indera bangsawan dalam menghadapi musuh sebelum mencapai kebahagiaan. “hikayat indera bangsawan” berkisah tentang perbuatan baik dan buruk yang pasti akan mendapat balasan Dari Negeri Kobat hikayat ini cerita dalam bahasa sangsekerta, yang bernama mahaummagajataka. Cerita rekaan, contoh hikayat malim dewa. Pusat pengisahan dapat diartikan juga sebagai cara penyampaian cerita, gagasan, ide, atau kisahan dalam cerita Demikian, Tema Dari “Hikayat Indera Bangsawan” Adalah Akibat Dari Suatu mengidentifikasi ciri hikayat sebagai bentuk karya sastra lama 2. Raja indra bungsu kemudiannya bermimpi bahwa yang memperoleh alat musik buluh perindulah akan diangkat. Tema kunci kesuksesan adalah Komunal, Artinya Menjadi Milik statis, artinya tidak mengalami perubahan atau perkembangan. Contoh hikayat melayu asli, diantaranya yaitu Hikayat indera bangsawan ditulis olehdahlanforum di/pada juni 9, 2009 tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Merupakan Gagasan Utama Yang Disampaikan Dalam kisi kisi unas 2015 teknologi. Menggunakan semua waktu yaitu pagi, siang, dan malam karena memiliki alur yang maju. Unsur intrinsik dalam hikayat si miskin. Unsur Unsur Intrinsik Tema, Alur, Tokoh, Latar Dan Amanat Pada HikayatTema pada” hikayat indera bangsangwan” adalah kehebatana saudara kembar syah peri dan indera bangsawan dalam menghadapi musuh sebelum mencapai kebahagiaan. Hikayat berdasarkan asalnya ini dibagi menjadi beberapa jenis, yang diantaranya sebagai berikut Anonim, yaitu tidak dikenal nama pengarangnya.
Artikel ini berisikan pembahasan tetatang Hikayat Indera Bangsawan secara umum. Dalam penulisan kali ini akan dibagi menjadi dua bahasan, yang pertama berupa bagaimana jalan cerita dari Hikayat Indera Bangsawan sendiri. Bahasan kedua yaitu untuk mengidentifikasi isi pokok pada setiap paragraf dalam cerita Hikayat Indera Bangsawan. Cerita Hikayat Indera Bangsawan merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah khususnya kelas X sepuluh SMA. Materi yang diajarkan kepada siswa berupa upaya melestarikan Nilai Kearifan Lokal melalui cerita rakyat salah satunya melalui Hikayat. Contoh hikayat yang dijadikan bahan pelajaran/tugas kepada siswa disini yaitu Hikayat Indera Bangsawan, dimana para siswa ditugaskan untuk mencoba menemukan isi pokok paragraf pada teks hikayat indera bangsawan. Materi tentang hikayat indera bangsawan dapat ditemukan dan dibaca pada buku paket SMA kelas 10 tentang hikayat atau cerita rakyat pada halaman 112 kurikulum 2013. Hikayat sendiri merupakan salah satu jenis karya saastra melayu klasik yang didalamnya banyak banyak menceritakan ciri kemustahilan hikayat dan kesaktian para tokoh-tokohnya. Untuk memahami isi pokok hikayat, dapat dilakukan dengan cara membaca cerita hikayat secara keseluruhan. Isi pokok paragraf dapat kita temukan di awal paragraf, akhir paragraf ataupun campuran antar keduanya. Isi pokok biasanya dicirikan dengan kalimat gagasan utama paragraf yang kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas. Ide Pokok Tiap Paragraf Hikayat Indera Bangsawan Untuk memahami isi pokok hikayat selain menjawab pertanyaan kamu juga dapat mencari pokok-pokok isi setiap bagian hikayat. Berikut ini disajikan contoh analisis isi pokok hikayat indera bangsawan. Setelah memahaminya cobalah melanjutkan mencari isi pokok paragraf-paragraf selanjutnya pada kolom-kolom yang sudah di perhatikan dengan seksama, teks hikayat indera bangsawan memiliki 16 buah paragraf. Setiap bagian peragraf teks hikayat indera bangsawan tersebut tentunya memiliki ide pokok paragraf. Fungsi dari ide pokok paragraf adalah sebagai kalimat acuan isi pokok cerita dalam pengembangan kalimat cerita dari teks hikayat indera bangsawan. Berikut ini analisis ide pokok tiap paragraf teks hikayat indera 1 Hikayat Indera Bangsawan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan. Ide Pokok Paragraf 1 Hikayat Indera Bangsawan Hikayat ini menceritakan tentang dua putra raja, kembar, yang bernama Indera bangsawan dan Syah Peri. Paragraf 2 Hikayat Indera Bangsawan Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Ide Pokok Paragraf 2 Hikayat Indera Bangsawan Meski Baginda raja bingung menentukan calon penggantinya sebagai raja beliau tetap menyuruh kedua putranya untuk menunut ilmu agar layak menjadi raja. Paragraf 3 Hikayat Indera Bangsawan Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup. Ide Pokok Paragraf 3 Hikayat Indera Bangsawan Syah Peri dan Indera Bangsawan pergi mencari buluh perindu. Paragraf 4 Hikayat Indera Bangsawan Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari. Ide Pokok Paragraf 4 Hikayat Indera Bangsawan Syah Peri dan Indera Bangsawan berpisah karena hujan badai. Paragraf 5 Hikayat Indera Bangsawan Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya. Ide Pokok Paragraf 5 Hikayat Indera Bangsawan Syah Peri berserah diri kepada Tuhan. Paragraf 6 Hikayat Indera Bangsawan Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Ide Pokok Paragraf 6 Hikayat Indera Bangsawan Sesampainya di taman, Syah Peri menoreh gendang dan keluarlah Ratna Sari dan dayang-dayangnya. Garuda yang menahan Ratna Sari menyerang dan berhasil dikalahkan oleh Syah Peri. Paragraf 7 Hikayat Indera Bangsawan Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Ide Pokok Paragraf 7 Hikayat Indera Bangsawan Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa yang menjadi neneknya dan bercerita bahwa ia berada negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Paragraf 8 Hikayat Indera Bangsawan Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Ide Pokok Paragraf 8 Hikayat Indera Bangsawan Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa akan dinikahkan dengan Puteri Kemala Sari.. Paragraf 9 Hikayat Indera Bangsawan Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.” Ide Pokok Paragraf 9 Hikayat Indera Bangsawan Puteri Kemala Sari sakit mata dan barang siapa yang mendapat susu harimau yang bersanak akan menikah dengan tuan putri. Paragraf 10 Hikayat Indera Bangsawan Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala. Ide Pokok Paragraf 10 Hikayat Indera Bangsawan Kesaktian Si Hutan telah kembali seperti dahulu kala Paragraf 11 Hikayat Indera Bangsawan Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya dan menunjukkannya kepada raja. Ide Pokok Paragraf 11 Hikayat Indera Bangsawan Kesembilan anak raja menemui Indera Bangsawan untuk meminta susu harimau tetapi oleh Indera Bangsawan diberikan susu kambing. Sedangkan susu harimau diserahkan Indera Bangsawan kepada raja. Paragraf 12 Hikayat Indera Bangsawan Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteripun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puterisembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya. Ide Pokok Paragraf 12 Hikayat Indera Bangsawan Putri Kemala Sari pun sembuh, tetapi Raja Kabir masih bersedih hati karena harus menyerahkan Putri Kemala Sari kepada Buraksa. Paragraf 13 Hikayat Indera Bangsawan Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indrra Bangsawan. Indra Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri, Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa pikir panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong. Ide Pokok Paragraf 13 Hikayat Indera Bangsawan Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa dapat mengambil jubah Buraksa akan menjadi suami Putri Kemala Sari. Paragraf 14 Hikayat Indera Bangsawan Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya. Ide Pokok Paragraf 14 Hikayat Indera Bangsawan Indera Bangsawan berhasil membawa lari Puteri Kemala Sari dan mengambil jubah Buraksa. Paragraf 15 Hikayat Indera Bangsawan Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa. Ide Pokok Paragraf 15 Hikayat Indera Bangsawan Kesembilan anak raja mengambil selimut Buraksa dan mengatakan kepada Raja Kabir bahwa selimut itu adalah jubah Buraksa. Paragraf 16 Hikayat Indera Bangsawan Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya. Ide Pokok Paragraf 16 Hikayat Indera Bangsawan Indera Bangsawan menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa dan kemudian Raja Kabir mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri Kemala Pokok Tiap paragraf Hikayat Indera Bangsawan Dalam Bentuk TabelUntuk memudahkan kalian dalam menganalisis isi pokok tiap paragraf dari teks hikayat indera bangsawan, berikut ini kami berikan hasil analisi isi pokok tiap paragraf hikayat indera bangsawan yang disajikan dalam bentuk tabel. Isi Pokok Tiap paragraf Hikayat Indera Bangsawan Urutan paragraf Isi Paragraf Ide Pokok Paragraf Paragraf 1 Hikayat Indera Bangsawan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan. Hikayat ini menceritakan tentang dua putra raja, kembar, yang bernama Indera bangsawan dan Syah Peri. Paragraf 2 Hikayat Indera Bangsawan Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Meski Baginda raja bingung menentukan calon penggantinya sebagai raja beliau tetap menyuruh kedua putranya untuk menunut ilmu agar layak menjadi raja. Paragraf 3 Hikayat Indera Bangsawan Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup. Syah Peri dan Indera Bangsawan pergi mencari buluh perindu. Paragraf 4 Hikayat Indera Bangsawan Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari. Syah Peri dan Indera Bangsawan berpisah karena hujan badai. Paragraf 5 Hikayat Indera Bangsawan Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya. Syah Peri berserah diri kepada Tuhan. Paragraf 6 Hikayat Indera Bangsawan Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Sesampainya di taman, Syah Peri menoreh gendang dan keluarlah Ratna Sari dan dayang-dayangnya. Garuda yang menahan Ratna Sari menyerang dan berhasil dikalahkan oleh Syah Peri. Paragraf 7 Hikayat Indera Bangsawan Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa yang menjadi neneknya dan bercerita bahwa ia berada negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Paragraf 8 Hikayat Indera Bangsawan Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa akan dinikahkan dengan Puteri Kemala Sari. Paragraf 9 Hikayat Indera Bangsawan Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.” Puteri Kemala Sari sakit mata dan barang siapa yang mendapat susu harimau yang bersanak akan menikah dengan tuan putri. Paragraf 10 Hikayat Indera Bangsawan Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala. Kesaktian Si Hutan telah kembali seperti dahulu kala Paragraf 11 Hikayat Indera Bangsawan Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya dan menunjukkannya kepada raja. Kesembilan anak raja menemui Indera Bangsawan untuk meminta susu harimau tetapi oleh Indera Bangsawan diberikan susu kambing. Sedangkan susu harimau diserahkan Indera Bangsawan kepada raja. Paragraf 12 Hikayat Indera Bangsawan Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteripun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puterisembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya. Putri Kemala Sari pun sembuh, tetapi Raja Kabir masih bersedih hati karena harus menyerahkan Putri Kemala Sari kepada Buraksa. Paragraf 13 Hikayat Indera Bangsawan Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indrra Bangsawan. Indra Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri, Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa pikir panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong. Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa dapat mengambil jubah Buraksa akan menjadi suami Putri Kemala Sari. Paragraf 14 Hikayat Indera Bangsawan Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya. Indera Bangsawan berhasil membawa lari Puteri Kemala Sari dan mengambil jubah Buraksa. Paragraf 15 Hikayat Indera Bangsawan Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa. Kesembilan anak raja mengambil selimut Buraksa dan mengatakan kepada Raja Kabir bahwa selimut itu adalah jubah Buraksa. Paragraf 16 Hikayat Indera Bangsawan Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya. Indera Bangsawan menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa dan kemudian Raja Kabir mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri Kemala Sari. Demikianlah artikel isi pokok tiap paragraf hikayat indera bangsawan, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.
Penulisan artikel analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan dan unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan terdiri dari tiga bahasan. Bahasan pertama menjelaskan rangkaian cerita hikayat indera bangsawan. Pembahasan kedua berisi uraian unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. Bahasan ketiga berisi uraian analisis unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan. HIKAYAT INDERA BANGSAWAN Pada suatu hari Raja Indera Bungsu dari kerajaan Negeri Kobat Syahrial menginginkan anak. Beliau lantas mengutus orang - orang yang diperintah oleh patihnya untuk membaca do'a Qunut dan bersedekah kepada fakir miskin. Tak lama kemudian istrinya, Puteri Sitti Kendi hamil dan melahirkan putra kembar laki- laki. Putra yang sulung lahir dengan sebuah anak panah dan diberi nama Syah Peri. Putra yang bungsu lahir dengan sebilah pedang dan diberi nama Indera Bangsawan. Sejak kecil kedua anak baginda itu dididik dengan baik. Mereka tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. Saat usia mereka telah mencapai tujuh tahun, Raja Indera Bungsu memerintahkan kedua putranya untuk belajar mengaji kepada Mualim Sufian. Setelah beberapa lama, mereka belajar pula ilmu kesaktian dari guru mereka. Sang ayah mulai bimbang untuk menentukan siapa yang pantas menggantikannya memerintah kerajaan. Kembimbangan itu karena kedua putranya sama-sama pandai dan berakhlak baik. Pada suatu malam, sang Baginda Raja bermimpi tentang buluh perindu. Sang Raja sangat terpesona dengan buluh tersebut yang memiliki suara sangat merdu. Keesokan harinya, Baginda Raja menceritakan mimpinya tersebut pada kedua anaknya. Ia pun membuat sebuah sayembara untuk kedua putranya, barangsiapa yang bisa mendapat buluh perindu, dialah yang akan menggantikan dirinya untuk menjadi raja. Kedua putranya itu kemudian memohon kepada Baginda Raja untuk memulai pengembaraan mencari buluh perindu yang diinginkan ayahnya. Dalam perjalanan mereka selalu bersama hingga suatu saat karena angin topan, hujan lebat, dan awan gelap gulita mereka jadi terpisah. Syah Peri berjalan dan terus berjalan hingga ia menemukan suatu taman dan sebuah mahligai. Dalam mahligai itu, Syah Peri menemukan sebuah gendang. Dipukulinya gendang tersebut keras-keras. Pada saat dia sedang memukul gendang itu didengarnya suara lain yang berasal dari dalam gendang. Syah Peri lalu merobek gendang tersebut dengan pisaunya. Betapa kagetnya Syah Peri karena dia mendapati seorang Putri dan dayang-dayang nya sedang bersembunyi di dalam gendang. Setelah dikeluarkan dari dalam gendang, Sang Putri bercerita bahwa dia disembunyikan di dalam gendang oleh ayahnya untuk menghindari serangan raksasa Garuda yang telah meluluh-lantahkan kerajaan mereka. Tak lama kemudian raksasa Garuda datang hendak membunuh sang Putri. Syah Peri segera menyelamatkan Sang Putri dan bertarung melawan raksasa Garuda. Raksasa Garuda itupun dapat dikalahkannya. Syah Peri selanjutnya menikahi Putri Ratna Sari dengan disaksikan oleh dayang-dayang Sang Putri. Di lain tempat, Indera Bangsawan menemukan suatu padang yang tidak cukup luas. Di dalam padang itu terdapat sebuah gua yang dihuni oleh raksasa perempuan. Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan itu. Dijadikannya raksasa perempuan itu sebagai neneknya. Selama mereka bersama, raksasa tersebut banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa. Raksasa tersebut bercerita bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri antah berantah yang diperintah oleh Raja Kabir, sebuah kerajaan yang akan dihancurkan oleh Buraksa. Raksasa meminta Indera Bangsawan untuk membantu kerajaan tersebut. Raja Kabir akan menyerahkan putrinya, Putri Kemala Sari kepada Buraksa sebagai upeti agar kerajaan itu tidak di hancurkan oleh Buraksa. Setelah Indera Bangsawan berhasil masuk di wilayah kerajaan dengan menyamar sebagai budak berambut keriting. “Barangsiapa yang bisa membunuh Buraksa dan membawa mata dan hidungnya yang berjumlah tujuh, maka dia akan dinikahkan denga Puteri Kemala Sari” kata Raja Kabir. Indera Bangsawan segera bergegas untuk mengejar dan mencari Buraksa tersebut. Dengan kepandainnya, Indera Bangsawan berhasil menemukan Buraksa lebih dulu dari yang lain, dan akhirnya ia dapat mengalahkan Buraksa. Indera Bangsawan juga memotong mata dan hidung Buraksa yang berjumlah tujuh itu untuk dipersembahkan kepada Raja Kabir. Sampai di istana Indera Bangsawan segera menghadap Raja Kabir. Raja Kabir bahagia karena ada orang yang dapat menyelamatkan putrinya. Pada saat itu juga Putri Kemla Sari segera dinikahkan dengan Indera Bangsawan. Indera Bangsawan sudah mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, maka ia mengajak istrinya untuk kembali ke kerajaan Kobat Syahrial untuk menghadap ayahnya. Ternyata Indera Bangsawan mendadak jatuh sakit. Di tempat berbeda Syah Peri beberapa hari tidak dapat tidur dengan nyenyak dan selalu memimpikan adiknya, Indera Bangsawan. Dalam mimpinya, Indera Bangsawan sedang sakit keras dan membutuhkan pertolongannya. Maka berangkatlah ia mencari Indera Bangsawan. Setelah berhari-hari mencari, sampailah Syah Peri di kerajaan antah-berantah itu. Ia menemukan Indera Bangsawan sedang tergeletak sakit tak berdaya dengan ditemani istrinya. Syah Peri lalu berusaha untuk menyembuhkan Indera Bangsawan. Selang beberapa hari, Indera Bangsawan berangsur-angsur sembuh. Syah Peri dan istrinya lantas mengajak Indera Bangsawan dan istrinya untuk kembali ke kerajaan Kobat Syahrial. Baginda raja Indera Bungsu sangat bahagia melihat kepulangan kedua putranya yang didampingi juga oleh istrinya. Indera Bangsawan langsung menyerahkan buluh perindu kepada sang ayah. Sang ayah bertambah bahagia dan langsung mengangkat Indera Bangsawan menjadi raja untuk menggantikannya menjadi raja Kobat Syahrial. Untuk membalas kebaikan hati kakaknya, Indera Bangsawan memberi Syah Peri sebuah batu hikmat. Batu hikmat tersebut dapat dimanfaatkan Syah Peri untuk dijadikan sebuah kerajaan lengkap dengan abdi kerajaan, rakyat, dan perlengkapan kerajaan. Akhirnya, kedua kerajaan itu berkembang bersama saling bahu-membahu untuk menciptakan kerukunan, kemakmuran, dan perdamaian. Unsur Intrinsik Hikayat Indera Bangsawan Identifikasi insur intrinsik hikayat indera bangsawan yang akan dibahas terdiri dari tema hikayat indera bangsawan, alur cerita hikayat indera bangsawan, tokoh-tokoh dalam hikayat indera bangsawan, penokohan tokoh hikayat indera bangsawan, latar cerita hikayat indera bangsawan berupa latar tempat, waktu dan suasana hikayat indera bangsawan, sudut pandang pengarang hikayat indera bangsawan, gaya bahasa hikayat indera bangsawan dan amanat hikayat indera bangsawan. Berikut uraian analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. 1. Tema Hikayat Indera Bangsawan Tema hikayat indera bangsawan adalah usaha kerja keras dan perjuangan dua putra raja dalam membuktikan kepantasannya meneruskan takhta raja. 2. Tokoh Hikayat Indera Bangsawan Berdasarkan jenis peran yang dimilikinya, Tokoh dalam hikayat indera bangsawan dibedakan menjadi tokoh antagonis, protagonis dan tokoh tritagonis. Berikut bahasan tokoh dalam hikayat indera bangsawan. a. Tokoh Protagonis Tokoh protagonis dalam hikayat indera bangsawan antara lain Raja Indera Bungsu, Putri Sitti Kendi, Syah Peri, Indera Bangsawan, Mualin Sufian, Raksasa Perempuan, Putri Ratna Sari, Putri Kemala Sari. Antagonis Tokoh Antagonis dalam hikayat indera bangsawan adalah Raksasa Garuda. c. Tokoh Tritagonis Tokoh tritagonis dalam hikayat indera bangsawan adalah Raja Kabir. 3. Penokohan Tokoh Hikayat Indera Bangsawan a. Raja Indera Bungsu Watak Raja Indera Bungsu dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Sabar dalam menghadapi ujian dan selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra. - Dermawan, suka tolong menolong, dan perhatian terhadap rakyatnya karena sering membagikan sedekah kepada fakir miskin. - Penyayang dan perhatian terhadap kedua putranya - Mendidik kedua putranya dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. b. Putri Sitti Kendi Watak putri sitti kendi dalam hikayat indera bansawan adalah - Sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian. - Selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra. - Sayang dan perhatian terhadap kedua putranya. - Mendidik kedua putranya dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. c. Syah Peri Watak syah peri dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Patuh kepada kedua orang tuanya. - Amanah dalam melaksanakan perintah Baginda Raja Indera Bungsu untuk mencari buluh perindu. - Perhatian dan pantang menyerah. - Selalu peduli dengan keadaan saudara kembarnya. - Pemberani dan berhasil mengalahkan raksasa Garuda untuk menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang-dayang. - Baik hati dalam menolong menyelamatkan Putri Ratna Sari dari serangan raksasa Garuda dan berusaha menyembuhkan Indera Bangsawan. d. Indera Bangsawan Watak tokoh indera bangsawan dalam kutipan hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Patuh kepada kedua orang tua. - Amanah dalam melaksanakan perintah Baginda Raja untuk mencari buluh perindu. - Pantang menyerah sehingga dia berhasil mendapatkan buluh perindu dan berusaha melawan raksasa Buraksa. - Pemberani dan suka menolong sehingga dia berhasil mengalahkan raksasa Buraksa untuk menyelamatkan Putri Kemala Sari, dan rakyat Raja Kabir. - Menghargai usaha orang lain dengan memberikan Batu Khitmat kepada Syah Peri untuk membalas kebaikan Syah Peri yang telah menyelamatkan nyawanya e. Mualin Sufian Watak mualim sufian dalam hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Baik hati karena mau mengajarkan berbagai ilmu yang dia miliki kepada kedua putra Baginda Raja Indera Bungsu. f. Raksasa Garuda Watak raksasa garuda dalam hikayat indera bansgawan adalah sebagai berikut - Jahat karena menyerang negara Putri Ratna Sari. g. Putri Ratna Sari Watak Putri Ratna Sari dalam hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Baik hati karena mau menolong dayang-dayangnya dari serangan raksasa Garuda dengan bersembunyi di dalam gendang. h. Putri Kemala Sari Watak putri kemala sari dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Patuh kepada kedua orang tua karena mau dijadikan upeti oleh ayahnya yang bernama Raja Kabir. i. Raksasa Perempuan Watak raksasa perempuan dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Suka menolong karena banyak membagikan pengalaman hidupnya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa kepada Indera Bangsawan. j. Raksasa Buraksa Watak Raksasa Buraksa dalam hikayat indera bangsawan adalah jahat karena meluluh lantakkan negara yang dimpin Raja Kabir. k. Raja Kabir Watak Raja Kabir adalah Mudah menyerah hal ini terlihat saat kerajaannya takluk kepada raksasa dan raja kabir akan menyerahkan putrinya sebagai upeti kepada raksasa Buraksa. 4. Lattar setting Hikayat Indera Bangsawan Latar cerita hikayat indera bansgawan terdiri dari latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Berikut uaraiannya a. Lattar Tempat Negeri Kobat Syarial kerajaan yang dipimpin Baginda Raja Indera Bugsu. Di hutan Syah Peri dan Indera Bungsu pergi ke hutan utnuk mencari buluh perindu. Disebuah taman Syah Peri bertemu dan menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda. Di gua Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan di gua kemudian dijadikannya sebagai neneknya Negeri antah berantah negeri yang dipimpin Raja Kabir yang pada saat itu tengah diserang raksasa Buraksa. b. Lattar waktu Peristiwa dalam kutipan hikayat terjadi pada keseluruhan waktu pagi, siang, sore, dan malam. c. Lattar suasana Suasana Bahagia Syah Peri dan Putri Ratna Sari beserta dayng- dayangnya selamat dari serangan raksasa Garuda yang telah dikalahkan Syah Peri; Idera Bangsawan dapat mengalahkan raksasa Buraksa dan hidup bahagia bersama Putri Kemala Sari; Indera Bangsawan berhasil mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, dan kembali ke negeri Kobat Sayhrial dengan selamat; Indera Bangsawan dinobatkan menjadi raja Kobat Syahrial menggantikan ayahnya; dan Syah Peri dengan kerajaanya. Suasana Sedih Di tengah perjalanan dalam mencari buluh perindu Syah Peri dan Indera Bangsawan terpisah karena angin topan, hujan lebat dan awan yang gelap gulita. Pada saat itu Putri Ratna Sari diserang raksasa Garuda, dan negara Raja Kabir diserang raksasa Buraksa; Indera Bangsawan tiba- tiba jatuh sakit. 5. Sudut Pandang Hikayat Indera Bangsawan Sudut pandang pengarang hikayat indera bangsawan adalah Orang ketiga serba tahu. Hal ini terlihat dari banyaknya penggunanaan kata ganti orang ketiga seperti "dia" dan "itu" 6. Alur Hikayat Indera Bangsawan Alur pada hikayat tersebut adalah alur maju. Alasannya karena hikayat menceritakan awal raja Indera Bungsu yang tidak memiliki anak, Indra Bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknya sampai akhirnya Indra Bangsawan menyamar menjadi budak berambut keriting sebagai Si Hutan masuk di kerajaan antah berantah. Dengan kepandaian yang dimiliki Indra Bangsawan, Buraksa dapat dikalahkan. Pada akhirnya indra Bangsawan dihadiahi oleh Raja Kabir utuk menjadi suami Putri Kemala Sari. 7. Amanat Hikayat Indera Bangsawan Beberapa pesan moral yang bisa diambil dari cerita hikayat indera bangsawan yaitu a. Hendaklah kita selalu mengingat Allah SWT. b. Hendaklah kita saling tolong-menolong. c. Hendaklah kita tidak mudah menyerah. d. Hendaklah kita selalu bersikap sportif dan jujur. 8. Gaya bahasa Hikayat Indera Bangsawan Gaya bahasa yang digunakan dalam hikayat indra bangsawan adalah Majas metafora. Bukti majas metafoa hikayat indera bangsawan yaitu pada kutipan "Tuan puteri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si Kembar". Unsur Ekstrinsik Hikayat Indera Bangsawan Unsur ekstrinisk hikayat indera bangsawan merupakan nilai-nilai hikayat indera bangsawan yang bersumber dari luar cerita hikayat indera bangsawan dan memiliki pengaruh terhadap gambaran maupun alur cerita hikayat indera bangsawan. Beberapa nilai-nilai hikayat indera bangsawan adalah nilai religius, nilai sosial, nilai moral, nilai budaya dan nilai pendidikan. 1. Nilai Religius Hikayat Indera Bangsawan Beberapa nilai religius dalam hikayat indera bangsawan terlihat dari kegiatan melakukan pembacaan doa qunut, membagikan sedekah kepada fakir miskin, dan berpasrah kepada Allah. 2. Nilai Sosial Hikayat Indera Bangsawan Nilai sosial dalam hikayat indera bangsawan yang dapat diamati yaitu ajaran sikap saling tolong-menolong antar sesama manusia. 3. Nilai Moral Hikayat Indera Bangsawan Beberapa nilai moral yang berusaha ditampilkan dalam hikayat indera bangsawan yaitu sikap tidak mudah menyerah, selalu berusaha, bersikap sportif, jujur dan menghargai usaha orang lain. 4. Nilai Budaya Hikayat Indera Bangsawan Unsur nilai budaya yang bisa dilihat dalam hikayat indera bangsawan adalah budaya perjodohan dan adanya budaya atau masyarakat yang mempercayai kesaktian suatu benda. Selain itu, juga terdapat pengaruh budaya kerajaan dimana dalam menentukan penerus takhta kerajaan harus merupakan pewaris yang memiliki hubungan darah dan harus mempunyai kemampuan yang luar biasa 5. Nilai Pendidikan Hikayat Indera Bangsawan Nilai Pendidikan dalam hikayat indera bansgawan yang dapat diamati berupa cara mendidik anak secara baik yang dilakukan oleh raja indera bungsu dengan mengajarkan kedua anaknya untuk menimba ilmu secara mendalam baik dalam ilmu agama maupun beladiri.
55% found this document useful 20 votes60K views7 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?55% found this document useful 20 votes60K views7 pagesHikayat Indera Bangsawan Hikayat Indera Bangsawan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri KobatSyahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari,ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hattabeberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda punterlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dandititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pulamengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapalamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Makabaginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknyakedua orang itu sama-sama baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa iabermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapatmencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohonpergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung,masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari datang pada suatu hari,hujanpun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelamkabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawanpun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya ia pun menyerahkan dirinya kepada dan berjalan lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itudibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendangitu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlahdari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan olehGaruda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Didalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Perimengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. MakaSyah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadapoleh segala dayang-dayang dan inang pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. Ia sampai disuatu padang yang terlalu luas. Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemudengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa InderaBangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkanputrinya,PuteriKemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakanoleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapayang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anakperempuannya yang terlaluelok parasnya itu. Sembilan orang anak raja sudah berada di dalam negeri raksasa itu mencanangkan supaya Indera Bangsawan pergi menolong RajaKabir. Diberikannya juga suatu permainan yang disebut sarung kesaktian dan satu isyaratkepada Indera Bangsawan seperti kanak-kanak dan ilmu isyarat itu boleh membawanya ketempat jauh dalam waktu yang mengenakan isyarat yang diberikan raksasa itu, sampailah Indera Bangsawan dinegeri Antah Berantah. Ia menjadikan dirinya budak-budak berambut keriting. Raja Kabir sangattertarik kepadanya dan mengambilnya sebagai permainan Puteri Kemala Sari. Puteri KemalaSari juga sangat suka cita melihatnya dan menamainya si Hutan. Maka si Hutan pun disuruhPuteri Kemala Sari memelihara kambingnya yang dua ekor itu, seekor jantan dan seekor suatu hari, Puteri Kemala Sari bercerita tentang nasib saudara sepupunya PuteriRatna Sari yang negerinya sudah dirusakkan oleh juga bahwa Syah Peri lah yang akan membunuh garuda itu. Adapun SyahPeri itu ada adik kembar, Indera Bangsawan namanya. Ialah yang akan membunuh Buraksa bilakah gerangan Indera Bangsawan baru akan datang?PuteriKemala Sari sedih sekali. SiHutan mencoba menghiburnya dengan menyanyikan pertunjukan yang manis. Maka PuteriKemala Sari pun tertawalah dan si Hutan juga makin disayangi oleh tuan berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujummengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkanpenyakit itu. Baginda bertitah lagi. "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialahyang akan menjadi suami tuan puteri."Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisisusu kambing serta menyangkutkannya pada pohon ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, danrupanya pun kembali seperti dahulu datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanyasusu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanyaakan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak rajayang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan denganbesi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapitabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara ituIndera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya danmenunjukkannya kepada berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau kemata tuan genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka tuan puteri pun sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda menyuruhorang berbuat mahligai di tengah padang akan tempat duduk tuan puteri. Di bawah mahligai ituditaruh satu bejana berisi air, supaya Buraksa boleh datang meminumnya. Di sanalah anak raja yang sembilan orang itu boleh berebut tuan puteri. Barang siapa yang membunuh Buraksa itu,yaitu mendapat hidungnya yang tujuh dan matanya yang tujuh, dialah yang akan menjadi suamituan tuan puteri pun ditinggalkan baginda di mahligai di tengah padang itu. Si Hutan juga menyusul datang. Tuan puteri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si si Kembar pun bermohon kepada tuan puteri dan kembali mendapatkan raksasaneneknya. Raksasa neneknya memberikan seekor kuda hijau dan mengajarnya cara-caramembunuh Buraksa. Setelah itu, si Kembar pun menaiki kuda hijaunya dan menghampirimahligai tuan puteri. Katanya kepada tuan puteri bahwa dia adalah seorang penghuni hutanrimba yang tiada bernama. Tujuan kedatangannya ialah hendak melihat tamasya anak raja yangsembilan itu membunuh Buraksa. Tuan puteri menyilakan naik ke mahligai itu. Setelahmenahan jerat pada mulut bejana itu dan mengikat hujung tali pada leher kudanya sertamemesan kudanya menarik jerat itu bila Buraksa itu datang meminum air, si Kembar pun naikke mahligai tuan puteri. Hatta Buraksa itu pun datanglah dengan gemuruh bunyinya. Tuanputeri ketakutan dan si Kembar pula perkataan Buraksa itu. Apabila dilihatnya ada air di dalam mulut bejanaitu, maka ia pun minumlah serta dimasukannya kepalanya ke dalam mulut bejana tempat jerattertahan itu. Maka kuda hijau si Kembar pun menarik tali jerat itu dan Buraksa pun Kembar segera datang memarangnya hingga mati serta menghiris hidungnya yang tujuh danmatanya yang tujuh itu. Setelah itu si Kembar pun mengucapkan "selamat tinggal" kepada tuanputeri dan gaib dari padang puteriternganga-nganga seraya berpikir bahwa orangmuda itu pasti adalah Indera Bangsawan. Hatta para anak raja pun datanglah. Dilihatnya bahwaBuraksa itu sudah mati, tetapi mata dan hidungnya tiada mereka pun mengerat telinga, kulit kepala, jari, tangan dan kaki Buraksa itu untukdibawa kepada baginda. Baginda tidak percaya mereka sudah membunuh Buraksa itu, karenatanda-tanda yang dibawa mereka itu bukan alamatnya. Selang berapa lama, si Kembar pundatang dengan membawa mata dan hidung Buraksa itu dan diberikan tuan puteri sebagai Kembar menolak dengan mengatakan bahwa dia adalah hamba yang hina. Tetapi, tuan puterimenerimanya dengan senang hati.
Hi Readers! Jika Anda sama seperti saya yang tertarik dengan hikayat dan budaya tradisional, maka artikel ini pasti cocok untuk Anda. Pada artikel ini, saya akan membahas tentang unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan. Sebelum memulai, ada baiknya kita memahami dulu apa itu hikayat. Hikayat adalah jenis cerita-cerita lama yang berasal dari budaya lama. Ini biasanya berisi kisah-kisah tentang kehidupan tokoh-tokoh lama, di mana kebanyakan tokoh tersebut adalah kerajaan, bangsawan, dan tokoh legenda. Hikayat juga menceritakan tentang perjuangan dan perjalanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut. Nah, setelah memahami apa itu hikayat, sekarang saatnya kita membahas tentang unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan. Unsur intrinsik adalah hal-hal yang membuat sebuah cerita bermakna, memberi kesan, atau membawa pesan tertentu. Hal ini biasanya meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Unsur intrinsik akan membantu Anda memahami cerita dengan lebih baik dan mendapatkan pesan yang ada di dalamnya. Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat Indera Bangsawan Mari kita lihat beberapa unsur intrinsik yang terdapat dalam hikayat Indera Bangsawan. Pertama, tentu saja ada tema. Tema dalam hikayat ini adalah kejujuran dan keberanian. Hikayat ini menceritakan tentang seorang pangeran yang berani dan jujur, dan berusaha untuk melindungi rakyatnya dari segala bahaya. Tema ini menjadi salah satu alasan mengapa hikayat ini menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Kedua, ada struktur cerita. Struktur cerita dalam hikayat ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Kisah dimulai dengan adanya seorang pangeran yang berjuang untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan. Setelah itu, ia berjuang melawan berbagai musuh, dan akhirnya berhasil memenangkan perjuangan. Ini adalah struktur cerita yang sangat umum dalam hikayat-hikayat lama. Ketiga, ada karakter tokoh. Tokoh utama dalam hikayat ini adalah seorang pangeran yang bernama Indera. Ia adalah seorang pangeran yang berani dan jujur, yang selalu berusaha untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan. Karakter Indera menginspirasi banyak orang hingga saat ini, karena ia merupakan contoh dari seseorang yang selalu berjuang untuk melindungi kebenaran. Fakta Menarik Tentang Unsur Intrinsik dalam Hikayat Indera Bangsawan Setelah memahami unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang unsur intrinsik ini. Pertama, unsur intrinsik dalam hikayat ini telah membantu penduduk asli Indonesia menyimpan budaya mereka. Sebagian besar hikayat-hikayat lama yang ada di Indonesia berisi tema-tema universal yang dapat dipahami oleh semua orang, sehingga membantu mereka menyimpan budaya mereka. Kedua, unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan memiliki beberapa unsur budaya. Misalnya, unsur kesetiaan dan kejujuran yang ditampilkan oleh tokoh utama seperti Indera mencerminkan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa unsur intrinsik dalam hikayat ini memiliki kaitan yang erat dengan budaya lokal. Ketiga, unsur intrinsik dalam hikayat ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. Sebagian besar hikayat-hikayat lama yang ada di Indonesia berasal dari hikayat Indera Bangsawan, dan unsur intrinsik dalam hikayat ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. Kesimpulan Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan memiliki banyak unsur yang membuat cerita ini bermakna dan berharga bagi masyarakat lokal. Unsur intrinsik tersebut meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Selain itu, unsur intrinsik dalam hikayat ini juga memiliki kaitan yang erat dengan budaya lokal. Unsur intrinsik ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. FAQ Q Apa itu hikayat? A Hikayat adalah jenis cerita-cerita lama yang berasal dari budaya lama. Ini biasanya berisi kisah-kisah tentang kehidupan tokoh-tokoh lama, di mana kebanyakan tokoh tersebut adalah kerajaan, bangsawan, dan tokoh legenda. Q Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik? A Unsur intrinsik adalah hal-hal yang membuat sebuah cerita bermakna, memberi kesan, atau membawa pesan tertentu. Hal ini biasanya meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Q Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan? A Unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Tema dalam hikayat ini adalah kejujuran dan keberanian, sedangkan struktur cerita yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Tokoh utama dalam hikayat ini adalah seorang pangeran bernama Indera. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!
unsur intrinsik dalam hikayat indera bangsawan