Home/ Tutorial Konsumsi Bbm X Trail Vs Crv. Selasa, 18 Januari 2022. Tutorial Konsumsi Bbm X Trail Vs Crv. Tutorial Konsumsi Bbm X Trail Vs Crv - Berikut ini, Karenamenenggak 15,3 km per liternya. Suzuki Grand Vitara yang juga mengusung mesin 2.000 cc hanya berbeda 0,2 km per liter lebih pendek dari X-Trail. Sedangkan di SUV diesel, Ford New Everest unggul di soal pemakaian solar. Karena dengan mesin Duratorq 2.500 cc sanggup menempuh 15,7 km untuk 1 liternya. ReviewNissan X-Trail 2.0 CVT di Indonesia (Bagian 2) - bahan bakar nissan x trail 3.24 Bahan Bakar Lebih Hemat dikelasnya dan Fitur Penting Nissan Xtrail T32 2500cc - bahan bakar nissan x trail 3.04 Nissan XTrail T31 2.5XT 2009 : Tes Konsumsi BBM Pertalite ONLY vs Pertalite+Eco Racing - bahan bakar nissan x trail 20.49 XTRAIL. x-trail ST '04 dalkot 1:8 - 1:9 tol/kombinasi 1:10. xtrail 1:12,7 premium luar kota. New Xtrail 2.5 XT :1 : 7 ( Dalam kota ) 1: 10 ( Luar kota ) Konsumsi BBM (Premium). Dalkot : 1:10 KM. Lukot : 1:12 KM. Kalo pake obat kuat or pertamax jadi nambah 2 kilo baik Dalkot ato Lukot. Kondisi Audio Standard cuma velg aja yang gak pake ring TesAkselerasi dan Konsumsi BBM Nissan X-Trail Gen 3 Varian 2.0, 2.5, dan Hybrid Abdul Aziz Masindo - Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:38 WIB Dok. OTOMOTIF Nissan X-Trail Hybrid 2015 Nissan X-Trail (T32) generasi ketiga merupakan salah satu SUV andalan Nissan untuk melawah Honda CR-V. KonsumsiBbm Nissan X Trail 2011; Konsumsi Bbm Nissan X Trail 2011. Joshua Birman. Diterbitkan: 01.08.2022. Follow. Nissan X-Trail generasi kedua dengan kode bodi T31 diproduksi mulai dari 2009 sampai 2013, harga bekasnya pun sudah menggoda mulai dari 100 juta. SUV Nissan X-Trail T31 memiliki 2 pilihan mesin, bermesin 2.000 cc dan DFBK. - Sesuai namanya, SUV Sport Utility Vehicle, jenis ini lebih ke arah sebagai kendaraan serbaguna. Maksudnya bukan serbaguna pengangkut barang, tapi untuk kebutuhan perkotaan, juga pedesaaan atau kondisi jalan yang kurang sebagian besar memilik ground clearance lebih tinggi dari jenis kendaraan lain macam sedan, MPV, city car ataupun city hatchback yang sedang tren saat ini. Makanya SUV disebut juga gabungan antara jip dan perkembangan zaman dan kebutuhan, SUV berasimilasi dengan jenis baru yang dijuluki crossover. Ketangguhan tetap sama, namun karakter mengemudi dirancang mirip sedan sehingga lebih nyaman dikendarai. Kata lain, crossover merupakan penggabungan MPV dan Indonesia, keduanya tersedia. Baik di kategori medium SUV, high SUV dan premium SUV sesuai kategorisasi Gaikindo, red. Agak beda dengan MPV, konsumen SUV belakangan ini lebih memilik high SUV ketimbang medium SUV. Itu bicara total lo! Tapi dari model yang paling laris tetap dikuasai medium SUV yang mana Toyota Rush menjadi volume leader di kelas SUV sampai dengan Maret 2011 lalu. Namun apakah Rush menjadi yang teririt dalam pemakaian bahan bakar?Ternyata tidak! Sang kuda hitam Chevrolet Captiva SS yang mengandalkan engine baru Ecotec 4 silinder segaris DOHC 16 katup berkapasitas cc mampu menjadi SUV paling irit bahan bakar di seluruh kategori SUV, meskipun dengan peminum Captiva SS mampu menembus jarak 16,2 km untuk 1 liternya. Sementara itu, Nissan X-Trail yang sama-sama peminum bensin belum bisa dekat dengan SUV Chevrolet tersebut. Karena menenggak 15,3 km per liternya. Suzuki Grand Vitara yang juga mengusung mesin cc hanya berbeda 0,2 km per liter lebih pendek dari X-Trail. Sedangkan di SUV diesel, Ford New Everest unggul di soal pemakaian solar. Karena dengan mesin Duratorq cc sanggup menempuh 15,7 km untuk 1 liternya. Posisi kedua, diraih Toyota Fortuner yang bermesin 2KD-FTV cc dengan 15,3 km per liternya. Fortuner berada di urutan ketiga yang cukup jauh perbedaannya dengan Pajero Sport. Suv bensin Posisi Mobil Konsumsi BBM konstankm/liter 1. Chevrolet Captiva SS 116,5 2. Nissan X-Trail 115,3 3. Suzuki Grand Vitara 115,1 4. All New Honda CR-V 114,5 5. Daihatsu New Terios 112,8 Suv Diesel Posisi mobil Konsumsi BBM konstankm/liter 1. Chevrolet Captiva VCDi 116 2. Ford Everest 115,7 3. Toyota Fortuner 115,3 4. Mitsubishi Pajero Sport 113,8 - Meningkatkan kinerja mesin banyak cara bisa dilakukan, namun bagaimana solusinya tanpa menggunakan alat bahkan aditif? Terlebih untuk Nissan X-Trail dengan kode bodi T31 dan Nissan Serena generasi C26, yang memakai mesin berkode MR20. Menilik data spesifikasi, mesin ini punya keluaran tenaga hingga 145 dk pada rpm dengan torsi maksimal 206 Nm di rpm. Nah, mesin ini cukup banyak yang bilang kurang bertenaga, sebab bobot Serena mencapai kg, sedang X-Trail T31 di kisaran kg. Apalagi, transmisi CVT yang diusung bikin karakter akselerasi keduanya seakan kurang agresif. Padahal, konsumsi BBM Serena milik redaksi KabarOto hanya bisa di angka 18,5 kpl untuk rute kombinasi dalam kota dan tol, itupun tidak terlalu agresif nyetirnya dan minimal harus pakai oktan 92. Pakai di bawah itu, pasti lebih lambat lagi. Baca juga Berkat TUSS, Performa Yamaha Xmax Meningkat Dan Irit Celah klep diukur dan dilakukan penyelan ulang, agar komposisi BBM dan udara yang masuk lebih presisi Bicara teknologi mesin, baik X-Trail maupun Serena menggunakan valve lifter untuk pengaturan klep. Penyetelan klep di mesin dengan sistem valve lifter tidaklah mudah untuk dilakukan sehingga biasanya tidak pernah dilakukan penyetelan ulang pada saat melakukan tune-up reguler dan kurang presisi karena sifat produksi massal di pabrik. Nah bengkel Provis Autolab, yang terletak di Jl. W. R. Supratman, Ciputat punya alternatif untuk membuat kinerja mesin MR20 ini lebih efisien. Caranya dinamakan Optimalisasi Klep OptiK. Langsung saja KabarOto membawa Serena dan X-Trail untuk dikerjakan proses ini. Kondisi kerak di kepala silinder mesin MR20 setelah menempuh jarak sekitar 65 ribu km menggunakan BBM oktan 92 OptiK bisa menjadi solusi bagi kedua kendaraan lansiran Nissan tersebut, biasanya metode OptiK ini berbarengan dengan Tune-Up Semi Sport TUSS. Nah, sedikit informasi bahwa TUSS ini merupakan metode meningkatkan performa dan membuat irit bahan bakar menjadi sentuhan tunning khas yang dilakukan oleh bengkel Provis Autolab. Baca juga Monitor HU Dynavin Untuk Nissan Serena C26, Bebas Browsing Hingga Putar Lagu Penyetelan klep dilakukan pada Nissan X-Trail dan Serena tersebut, menggunakan feeler gauge yang presisi. Sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan dari metode OptiK ini adalah menghilangkan atau mengurangi getaran mesin, suara mesin lebih halus, dan komsumsi bahan bakar lebih efisien. "Penyetelan tidak sembarangan, ada perhitungannya yang jadi rahasia dapur Provis. Metode OptiK ini membuat kinerja mesin mobil lebih maksimal dan meningkat, bahkan bisa membuat komsumsi bahan bakarnya lebih efisien," ungkap Stevanus Jasin selaku punggawa Provis Autolab. Celah tiap katup diukur presisi menyesuaikan kebutuhan masing-masing silinder, agar komposisi udara dan bensin yang masuk selalu optimal Jasin juga menambahkan, karena mesinnya yang dibikin jadi sehat, tanpa alat, tanpa aditif, tanpa doping, dan bukan dimanipulasi. "Konsumsi BBM jadi lebih irit, dan tenaga mesin meningkat. Sebelum OptiK, mobil terasa berat saat berakselerasi," ujar Benny pengguna Nissan X-Trail Sebelumnya X-Trail terasa berat berakselerasi, namun setelah jarum putaran mesin menyentuh angka rpm, barulah terasa limpahan tenaganya. Namun itu pun harus menginjak pedal gas lebih dalam. Apalagi jika ketemu jalan nanjak, terasa sekali mobil seperti berat. Belum lagi ada knocking, jika menggunakan bahan bakar di bawah oktan 92. KabarOto telah merasakan performa Serena kelahiran 2013 ini, terasa bahwa akselerasi lebih baik, plus otomatis mendapat keuntungan karena tak lagi harus isi BBM oktan tinggi. Setelah TUSS dan OptiK, konsumsi BBM membaik jadi 110,2 kpl dan enaknya lagi bisa pakai oktan rendah. KabarOto biasa isi pakai oktan 89 milik SPBU swasta. Baca juga Review Mobil Bekas - Toyota Kijang Innova 2012 Konsumsi BBM jadi 110,2 kpl, sebelumnya di angka 18,5 kpl, plus pakai BBM oktan lebih rendah Walau memang tenaga totalnya tak meningkat, namun untuk pemakaian dalam kota. Aplikasi OptiK dan TUSS cukup bikin efisiensi yang signifikan. Menempuh rute sehari-hari di exit tol Pondok Aren, yang jalannya melingkar dan nanjak, KabarOto merasakan perbaikan torsi yang kini lebih lebar di Serena. Biasanya tachometer selalu di atas rpm, namun kini cukup di kisaran rpm, tenaga dan torsinya sudah mulai didapat. Terlihat bahwa dengan kecepatan sekitar 40 kpj dan indikator rpm tetap di angka kecepatan MPV ini bertambah dikit demi sedikit, yang menandakan torsi mulai bekerja membopong bodi bongsornya. Mesin MR20 setelah dibersihkan dan mendapat sentuhan TUSS Dihitung-hitung, selain penghematan konsumsi, KabarOto juga menghemat tiap mengisi penuh bensin. Dari biasanya mengisi BBM oktan 92 seharga Rp per liter, jadi Rp per liter. Misal tiap mengisi 45 liter saja, BBM oktan 92 harus mengeluarkan uang Rp 405 ribu, sementara pakai BBM oktan 89, cukup keluar uang Rp atau penghematan sekitar Rp Sementara pada X-Trail, mobil terasa lebih bertenaga. Paling terasa saat akselerasi, cukup responsif. Plus kini bisa minum BBM dengan nilai oktan lebih redah seperti 90 dan 89. Untuk diketahui, biaya jasa metode OptiK ini, pihak Provis Autolab membanderol Rp 1,25 juta ke atas untuk mesin 3 silinder, untuk mesin 4 silinder adalah Rp 1,5 juta. "Kita kasih garansi hingga 2 minggu yah," tutup Jasin. Baca juga Review Mobil Bekas Nissan X-Trail T30

konsumsi bbm xtrail 2.0